My Poetry

Puisi itu harapan dalam hati

  • Home
  • Puisi Roman
  • Puisi Langit
  • Puisi Orasi
  • Cerita dan Dongeng

Anak Langit

Anak Langit *** bunga-bunga itu semestinya beraroma mewangi memupus redam kesedihan dalam nyanyian angin kemarau benang sarinya membawa titisan ...
Ditulis my words pukul 18.27, 1 Tanggapan

Petani Semesta 2

Petani Semesta 2 *** berjingkat langkah-langkah menyongsong timur fajar embun tlah mengering selepas tangis malam di sela ilalang tibalah nafas belia p...
Ditulis my words pukul 18.29, Komeng Yak :)

Koin Kedaulatan

Koin Kedaulatan *** kotak itu tlah penat peluh membasahi kening tangan-tangan berkeringat tiada lelah semangat menampung koin-koin amanat “hi di...
Ditulis my words pukul 18.31, Komeng Yak :)

Aku Akan Terjaga

Aku Akan Terjaga *** Purnama beranjak ke singgasana malam. Tawarkan pada gulita yang meringkuk di sepanjang setengah tubuh waktu. “Aku ada untuk ul...
Ditulis my words pukul 18.32, Komeng Yak :)

Perempuan Koma 8

Perempuan Koma 8 *** terantuk kaki malam di ambang dini hari telanjang purnama buaikan pandang atas tubuh lekat langit menghitung awan-awan berparas...
Ditulis my words pukul 06.48, Komeng Yak :)

Terbenam 4

Terbenam 4 *** reda-redalah hujan serapah bertikai jinak-jinaklah hembusan sajak kata badai padam-padamlah bara api hati berabu dalam damai ...
Ditulis my words pukul 06.46, Komeng Yak :)

Gong Xi Fa Cai

Gong Xi Fa Cai *** asap dupa mewangi di pelataran tahun baru deraikan tangis bahagia diantara riuh sunyi sakral merpati damai nyanyikan lagu puti...
Ditulis my words pukul 06.45, Komeng Yak :)

Langit Tak Pernah Meriang

Langit Tak Pernah Meriang *** kaki-kakiku bernanah terseok mengukur jalan becek basah dibawah badai kata kalimat serapah dan hujatan sajak-sajak sampah t...
Ditulis my words pukul 06.49, Komeng Yak :)

Preseden Presiden

Preseden Presiden *** kisruh tak berkesudah panas semakin meleleh gerah saat penegak hukum tercabik terbelah apakah tlah mati fungsi keadilan sang p...
Ditulis my words pukul 06.51, Komeng Yak :)

Kopi Pahitmu

Kopi Pahitmu *** waktu menyelinap di sela peristiwa tiada sadar kering dan basah mengeriput di pinggang musim menua bersam...
Ditulis my words pukul 19.42, Komeng Yak :)

Serambi Bulan Sabit

 Serambi Bulan Sabit *** kawan, sejenak tinggalkan tempurung yang mengurung tahunan nafasmu lalu terbanglah ke awan yang teren...
Ditulis my words pukul 19.42, Komeng Yak :)

Terbenam 3

Terbenam 3 *** angin mana surat untukku? surat dari fajar yang membuka mata-mata kehidupan yang diurai pena-pena terik bertinta senja dan t...
Ditulis my words pukul 20.57, Komeng Yak :)
Postingan Lama
Beranda

Download

Popular Posts

  • Kidung Rembulan Imlek
    *** kuncup menguncuplah bunga jelang senja berganti rebah rebahlah dalam dekapan malam yang menelanjangi diantara bias temaram rembulan sipi...
  • Jejak Bernoda
    jejak jejak hati peradaban tinggalkan bekas bergurat endapan pada langkah-langkah kaki di jalur kehidupan pada pancaran irama sinar terang y...
  • Memahami Esensi Berbeda Pendapat Agar Lebih Bijak
    Berbeda pendapat? Tentu saja hal biasa dan akan selalu ada. Selama kita berada dalam format berinteraksi dengan orang lain, seiring dalam p...
  • Topeng Badut Demokrasi
    *** peng topeng topeng topeng bopeng topeng topeng kerempeng topeng topeng muka keceng wajah bertopeng bukanlah pahlawan bertopeng sa...
  • Bahagia dalam Ruang Rindu Ibu
    Teruntuk Ibu yang kuhormati dan kukasihi. Hari merambah senja saat kuselesaikan surat ini Ibu. Surat yang sudah mulai kutulis sej...
  • Nyanyian Negeri Arogan
    * pusing pusinglah pusing awal tahun bikin rakyat pening sembako naik, elpiji pun nambah bising badan lelah penat peras keringat sampai keri...

Fiksi Label

  • Cerita dan Dongeng
  • Puisi Cinta
  • Puisi Renungan
  • Puisi Sosial
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © 2014 My Poetry - Powered by Blogger
Template by Mas Sugeng - Versi Seluler